Posted by: bzakat | 17 July, 2009

ISRA` WA MI’RAJ

ISRA` WA MI’RAJ

Kedukaan demi kedukaan telah menimpa beliau dengan begitu mendalam selama setahun. Maka Allah menghibur beliau saaw dengan suatu tamasya luar biasa. Tamasya luar biasa itu biasa kita kenal dengan sebutan Isra` wa Mi’raj.

Sebelum melakukan perjalanan itu, ketika Rasulullah saaw berada di tepi Baitullah dalam keadaan separuh tidur, tiba-tiba Rasulullah saaw mendengar percakapan salah seorang dari tiga laki-laki, yaitu yang berada di tengah-tengah. Lalu mereka menghampiri beliau dan membawa beliau ke suatu tempat. Kemudian mereka membawa sebuah wadah dari emas yang berisi air Zamzam. Setelah itu dada beliau dibedah. Hati beliau dikeluarkan dan dibersihkan dengan air Zamzam, kemudian mereka meletakkannya kembali di tampat asal. Setelah itu diisi pula dengan iman dan hikmah.

Mengenai Isra` dan Mi’raj Rasulullah saaw ada diceritakan dalam sebuah hadits yang cukup panjang. Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda:

Aku telah didatangi Buraq, yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut menyentuh bumi.

Tanpa membuang waktu, aku langsung menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai, aku keluar, secara tiba-tiba aku didatangi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril as. Aku memilih susu. Lalu Jibril as berkata, “Engkau telah memilih fitrah”. Lalu Jibril as membawaku naik ke langit. Ketika Jibril as meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Lalu dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam as, beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan.

Lalu aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan.

Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Yusuf as ternyata dia telah dikurniakan dengan kedudukan yang sangat tinggi. Dia terus menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan.

Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutuskan.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris as dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Berfirman Allah swt yang berarti, “Dan kami telah menganggkat ke tempat yang tinggi darjatnya.”

Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Harun as dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan.

Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa as dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan.

Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril as meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, “Siapakah engkau?” Dijawabnya, “Jibril.” Jibril as ditanya lagi, “Siapakah bersamamu?” Jibril as menjawab, “Muhammad.” Jibril as ditanya lagi, “Adakah dia telah diutus?” Jibril as menjawab, “Ya, dia telah diutus.” Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Keluasannya setiap hari memuatkan tujuh puluh ribu malaikat. Setelah keluar mereka tidak kembali lagi kepadanya.

Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Aku dapati kesemuanya aneh-aneh. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu aku berjumpa dengan Allah. Lalu Allah swt memberikan wahyu kepadaku dengan mewajibkan shalat lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala aku turun dan bertemu Nabi Musa as, dia bertanya, “Apakah yang telah difardukan oleh Tuhanmu kepada umatmu?” Aku berkata, “Shalat lima puluh waktu.” Nabi Musa as berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena ummatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israel dan memberitahu mereka.” Aku kemudian kembali kepada Tuhan dan berkata, “Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada ummatku.” Lalu Allah swt mengurangi lima waktu shalat menjadi 45 waktu. Aku kembali kepada Nabi Musa as dan berkata, “Allah telah mengurangi lima waktu shalat dariku.” Nabi Musa as berkata, “Umatmu masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Aku tak henti-henti berulang-alik antara Tuhan dan Nabi Musa as, sehingga Allah swt berfirman yang berarti: “Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardhu diganjarkan dengan sepuluh ganjaran. Oleh sebab itu, berarti lima waktu shalat fardhu sama dengan lima puluh shalat fardhu. Begitu juga siapa yang berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya siapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak jadi melakukannya, niscaya dicatat baginya satu kebaikan. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya.” Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih lagi berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan.” Baginda menyahut, “Aku terlalu banyak berulang alik kepada Tuhan, sehingga menyebabkan aku malu kepadaNya.” [HR. Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa`i, Ahmad]

Mungkin sebagian orang mempertanyakan, apakah Isra` Mi’raj itu dengan ruh atau dengan jasad dan ruh? Maka kami akan jelaskan sedikit mengenai itu, insya Allah. Dalam surat Al-Isra` ayat 1 Allah berfirman yang berarti:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [QS. 17:1]

Dalam ayat itu dikatakan ‘hamba-Nya’. ‘Hamba’ menunjukkan kesatuan jasad dan ruh. Coba perhatikan ayat berikut:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. [QS. 18:1]

Allah menurunkan Al-Qur`an kepada ‘hamba-Nya’. Tentu saja yang dimaksud dengan ‘hamba-Nya’ di sini adalah Muhammad Rasulullah saaw di mana bersatu jasad dan ruhnya, bukan hanya ruhnya saja. Lihat juga QS. 25:1; 39:36; 53:10; 57:9; 2:23; 8:41; 38:17,41; 54:9.

Selain itu, juga dikisahkan bahwa ketika menuju Baitul Maqdis, beliau dan rombongannya telah mengejutkan unta sebuah kafilah hingga unta itu melarikan diri. Lalu Rasulullah berhenti sebentar untuk memberi tahu mereka kemana unta itu lari. Lalu Rasulullah meneruskan perjalanannya. Maka ketika kafilah itu ditemukan di suatu tempat yang disebutkan Rasulullah, orang-orang pun bertanya kepada kafilah itu tentang apa yang mereka alami semalam. Lalu anggota kafilah itu berkata, “Benar, semalam kami melihat cahaya yang sangat menyilaukan berputar-putar mengelilingi kami, lalu memberi petunjuk ke arah larinya unta kami. Setelah kami menemukan unta kami yang lari karena terkejut oleh cahaya itu, benda bercahaya itu melesat lebih dari kecepatan anak panah yang lepas dari busurnya. Dan dalam sekejap mata, benda itu sudah berada di batas cakrawala.” Ini menunjukkan bahwa ruh Rasulullah tidak berpisah dengan jasadnya, bukan mimpi, bukan khayal.

Peristiwa Isra` Mi’raj ini memang menggemparkan. Bahkan ada sebagian orang pada saat Rasulullah menceritakan hal ini, mereka tidak percaya kepada Rasulullah. Yang tadinya beriman kembali menjadi kafir. Yang tadinya kafir, bertambah kekafiran mereka. Akan tetapi ada juga yang hanya terguncang imannya, tidak sampai kembali kafir. Dan ada juga yang bertambah keimanannya dan langsung membenarkan apa yang beliau saaw alami, diantaranya adalah Abu Bakar. Maka sejak saat itu beliau disebut Ash-Shiddiq, yaitu yang membenarkan, sebab dialah yang selalu membenarkan segala perkataan Rasulullah saaw dengan mengatakan, “Shaddaqta ya Rasulallah! Benarlah engkau, wahai Rasulullah!”

sumber: http://hotarticle.org


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: